Ratusan Sopir Ambulan Desa Geruduk Kantor Dishub Purwakarta, Ada Apa?

Ratusan sopir ambulans desa di Kabupaten Purwakarta datangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purwakarta, pada Jumat, 2 Juni 2023.

Faqih
Jum'at, 02 Juni 2023 | 15:07 WIB
Ratusan Sopir Ambulan Desa Geruduk Kantor Dishub Purwakarta, Ada Apa?
Sopir Ambulan Desa Geruduk Kantor Dishub Purwakarta. (Jabarnews)

PURWASUKA - Ratusan sopir ambulans desa di Kabupaten Purwakarta datangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purwakarta, pada Jumat, 2 Juni 2023.

Aksi ini dipicu lantaran beredarnya Voice Note WhatsApp yang diduga suara dari Kepala Dishub, Iwan Soeroso Soediro. 

Dalam pesen voice note beredar yang menyebut ada mobil ambulans milik desa ugal-ugalan di wilayah Kabupaten Purwakarta. Pesan tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Purwakarta, Jaya Pranolo agar memeberikan pembinaan. 

Koordinator sopir ambulans, Endin Sopiudi mengatakan, kedatangan para sopir ambulans di kantor Dishub Purwakarta ini bertujuan untuk meminta klarifikasi soal pesan voice note yang beredar di WhatsApp beberapa hari lalu. 

Baca Juga:Lebih Pilih Calonkan Ganjar Ketimbang Puan di Pilpres 2024, Denny Indrayana Sebut Megawati Negarawan

"Aksi ini dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait voice note yang beredar apakah betul dari kadishub, yang menyebut bahwa ambulans desa itu selalu ugal-ugalan saat membawa pasien. Dan dalam voice note tersebut ada kata-kata yang tidak pantas seolah-olah sopir ambulans desa anarkis di jalan," ucap pria yang akrab disapa Ebet itu, saat ditemui di Kantor Dishub, pada Jumat, 2 Juni 2023.

Ebet menambahkan, yang lebih menyakitkan dalam voice note tersebut ada kata-kata yang tidak pantas dan menyinggung para sopir ambulans desa. 

"Ada bahasa tak mengenakan di hati para sopir ambulans yaitu; dimana yang tadinya membawa pasien, kalau begini bisa pulang bawa jenazah. Artinya ada bahasa emosi, bukan bahasa yang tenang. Itu kan kata-kata yang sangat tidak pantas disebutkan oleh seorang Kadishub," keluh pria yang menjabat Kepala Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta itu. 

Selain itu, lanjut Ebet, dalam voice note itu juga menyebut selain driver ambulans, ada juga para relawan pengawal ambulans yang ikut tersinggung, karena menyebutkan sudah tidak perlu ada pengawalan ambulans desa. 

"Untuk pengawalan dari relawan ok kita akan lakukan, namun apakah Dishub siap gak ngawal kita 24 jam tanpa kita kasih uang tips seperti para relawan yang saat ini sudah berjalan," ucapnya. 

Baca Juga:Fernando Alonso Siap Rebut Peluang Juara di F1 GP Spanyol

Ebet menegaskan dalam aksi ini para sopir ambulans desa di Kabupaten Purwakarta menurut klarifikasi masah voice note yang dikirim ke Kepala DPMD Kabupaten Purwakarta. 

"Kami disini menuntut klarifikasi voice note yang dikirim Kadishub ke Kepala DPMD Kabupaten. Kita menanyakan maksud dan tujuannya apa? Karena ditujukan ke semua sopir ambulans desa yang ada di Kabupaten Purwakarta buka ke satu Desa. Bahasanya hampir semua ambulans Desa di Kabupaten Purwakarta ugal-ugalan, tidak menghormati dan merebut hak pengguna jalan lain. Itu yang kami mau pertanyaan hari ini," Tegas Ebet.***

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

Purwasuka

Terkini

Tampilkan lebih banyak