Teddy Minahasa Bantah Terlibat Peredaran Narkoba, Kuasa Hukum Ungkap Hal Ini

Sebelumnya, pentapan tersangka terhadap Teddy Minahasa setelah mantan Kapolda Sumatera Barat itu menukar sabu dengan tawas hasil ungkap kasus di Polres Bukittingi. Sabu itu kemudian dijual kembali ke seorang bandar.

Faqih
Selasa, 18 Oktober 2022 | 16:34 WIB
Teddy Minahasa Bantah Terlibat Peredaran Narkoba, Kuasa Hukum Ungkap Hal Ini
Mantan Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra yang menjadi tersangka dugaan kasus peredaran narkoba. (Foto: dok. Covesia-Primadoni)

PURWASUKA - Irjen Pol Teddy Minahasa akhirnya buka suara terkait statusnya sebagai tersangka kasus peredaran narkoba. Teddy Minahasa membantah atas tuduhannya sebagai orang mengendalikan peredaran sabu yang digelapkan dari barang bukti.

Sebelumnya, pentapan tersangka terhadap Teddy Minahasa setelah mantan Kapolda Sumatera Barat itu menukar sabu dengan tawas hasil ungkap kasus di Polres Bukittingi. Sabu itu kemudian dijual kembali ke seorang bandar.

Kuasa hukum Teddy Minahasa, Henry Yosodiningrat menerangkan, bahwa kliennya itu membantah apa yang dituduhkan kepadanya terkait kasus peredaran sabu.

"Iya, itu juga disampaikan Teddy kepada saya ketika pertama kali ketemu dia," katanya, Selasa (18/10/2022).

Baca Juga:Vaksin Covid-19 di Jakarta Mulai Langka, Dinkes DKI: Kemenkes Belum Beri Vaksin Lagi

Diungkapkan dia, bahwa hasil tes urine yang menyatakan Teddy Minahasa positif narkoba bisa jadi dari pengaruh obat bius yang sebelumnya diberikan dokter terkait dengan masalah pada gigi serta pada persendiannya.

"Besoknya, hari Kamis, tanggal 13 Oktober 2022, jam 10.00 saya menjalani tindakan perawatan akar gigi di RS. Medistra oleh drg. Hilly Gayatri, dan tim dokter oleh RS Medistra. Juga dibius total selama 3 jam," katanya melansir dari PMJNews.com.

Disebutkannya juga setelah menjalani perobatan di dokter gigi, Teddy Minahasa kemudian ke Propam Polri guna membantah tuduhan atas dirinya yang disebut mengedarkan narkoba.

"Pada hari Kamis, tanggal 13 Oktober 2022, sepulang dari RS Medistra, saya langsung ke Divpropam Mabes Polri untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa saya 'membantu' mengedarkan narkoba," ucapnya.

"Kemudian jam 19.00 saya diambil sampel darah dan urine. Ya pasti positif karena dalam obat bius (anestesi) terkandung unsur narkoba," tambahnya.

Baca Juga:Catatan Hitam PJ Gubernur Heru Budi Hartono: Isu RS Sumber Waras hingga Reklamasi Teluk Jakarta

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

Nasional

Terkini

Tampilkan lebih banyak